Belajar Forex

Saham - BUMN Sahamnya Rontok Parah Saat Corona

BUMN Sahamnya Rontok Parah Saat Corona

BUMN Sahamnya Rontok Parah Saat Corona – Pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sekarang dalam kondisi yang tidak menentu sejak terjadi menyebarnya virus corona (Covid-19) di Indonesia. Banyak saham emiten yang berguguran, termasuk perusahaan-perusahaan negara alias BUMN.

Dari perdagangan kemarin, Selasa (24/3/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup negatif. IHSG turun 51 poin (1,3 persen) pada level 3.937. Penurunan IHSG melengkapi kinerja rupiah yang juga tengah dalam keadaan terpuruk.

Kompas.com merangkum perbandingan dar harga saham berdasarkan dari informasi perdagangan BEI selama 60 hari. Perdagangan terakhir atau sejak 30 Desember 2019 hingga penutupan perdagangan terakhir pada 24 Maret 2020.

Berikut kita dapat BUMN Sahamnya Rontok Parah Saat Corona. Dengan waktu yang singkat di Tahun 2019 kemarin. Penasaran? Simak terus informasinya.

Adhi Karya

Harga saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengalami penurunan yang drastis, hanya dalam 60 hari saja dari perdagangan terakhir. Sahamnya yang terjun bebas hingga lebih dari setengahnya.

Pada penutupan perdagangan 30 Desember 2019 lalu, harga saham ADHI berada di level Rp 1.210 per lembarnya. Lalu pada penutupan perdagangan terakhir, harganya sisa Rp 386.

Semen Indonesia

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) juga menjadi salah satu BUMN terbuka yang sahamnya anjlok dengan sangat tajam. Nilai saham produsen semen ini pada penutupan 30 Desember 2019 lalu berada di level Rp 12.000 setiap lembarnya.

Bisa and bandingkan harga sahamnya pada penutupan terakhir yang ambles di level Rp 6.125 per lembarnya. Wabah corona yang sangat berpengaruh signifikan pada kinerja perseroan semakin membuat harga saham SMGR semakin jatuh.

Jasa Marga

Saham dari PT Jasa Marga Tbk (JSMR) juga tidak luput dari terjangan gejolak pasar modal. Harga sahamnya terkapar dalam waktu 60 hari perdagangan terakhir.

Harga saham pada penutupan terakhir berada di level Rp 2.340 per lembarnya. Harga ini jauh di bawah harga penutupan pada 30 Desember. Sebagaimana yang telah dicatat BEI yakni di harga Rp 5.175 per lembar.

Waskita Karya

Di lihat harga saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengalami penurunan yang sangat tajam juga sejak 60 hari perdagangan terakhir. Saham BUMN karya ini terus merosot tajam.

Nilai saham WSKT pada penutupan 30 Desember 2019 lalu berada di level Rp 1.485 per lembar. Dapat di bandingkan harga sahamnya pada penutupan terakhir yang rontok di level Rp 398 per lembarnya.

Wijaya Karya

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tidak luput juga dari harga saham yang terjun bebas. Nilai saham perusahaan konstruksi pelat merah ini pada penutupan 30 Desember 2019 lalu berada di level Rp 1.990 setiap lembarnya.

Bandingkan harga sahamnya pada penutupan terakhir yang menukik di level Rp 725 per lembarnya. Penyebab dari wabah corona yang berpengaruh signifikan pada kinerja perseroan semakin membuat harga saham WIKA semakin jatuh.

Bank BNI

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) jadi salah satu BUMN yang harganya juga ikut anjlok cukup parah. Harga penutupan pada penutupan 30 Desember 2019 lalu, harga saham BBNI berada di level Rp 7.850 per lembarnya.

Bandingkan dengan harga penutupan terakhir yang nilainya hanya Rp 3.160 per lembar sahamnya. BBNI sebenarnya tak sendirian, kinerja saham bank pelat merah lainnya juga tengah terpuruk antara lain Bank Mandiri dan Bank BTN.

Bank BTN

Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga anjlok sangat dalam. Nilai per lembar saham pada penutupan 30 Desember 2019 lalu masih tetap berada di level 2.120.

Sementara pada penutupan perdagangan BEI terakhir, harga saham bank yang kreditnya banyak disalurkan untuk KPR ini hanya dihargai Rp 820.

Bank Mandiri.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) jatuh paling sangat dalam beberapa pekan terakhir. Harga saham dari bank dengan aset terbesar di Indonesia ini pada penutupan terakhir berada di level Rp 3.860 per lembar.

Sementara dibandingkan pada harga saham 60 hari perdagangan lalu, nilainya masih berada di level Rp 7.675. Harga saham perbankan memang tengah berguguran juga di tengah ketidak pastian global pada saat ini.

Bank BRI.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sahamnya juga ikut ambles. Nilai saham yang ada pada perdangan terakhirnya yakni Rp 2.440 per lembar. Angka yang jauh di bawah harga saat penutupan pada 30 Desember 2019. Yang nilai per lembar sahamnya masih dihargai Rp 4.400.

saham - Tips Belajar Saham Pemula Tahun 2019 

Tips Belajar Saham Pemula Tahun 2019

Tips Belajar Saham Pemula Tahun 2019  – Untuk dapat belajar saham bagi pemula adalah langkah yang penting untuk memiliki keuntungan maksimal dari main saham. Investasi saham adalah instrumen memiliki keuntungan terbaik. Bagaimana cara investasi saham ? Caranya bermain saham? Apakah bisa investasi saham online juga ? Dari pengalaman di dunia investasi, saya kumpulkan beberapa tips terbaik untuk belajar investasi saham bagi pemula di 2019.

Mengetahui bagaimana cara trading saham bagi pemula ? Strategi Apa supaya main saham tidak rugi ? Dan mana yang lebih menguntungkan investasi dalam obligasi atau investasi dalam saham. Saya kupas tuntas disini.

Setelah saya membaca bahwa saham adalah investasi return yang terbaik. Saya dapat untuk putuskan mulai investasi saham 15 tahun yang lalu. Tapi rugi besar saya saat itu, kenapa ?

Pertama, saya menempatkan investasi di Reksadana saham. Tapi, mendengar teman – teman cerita kalau main saham dapat mendatangkan keuntungan ratusan persen dalam sekejap. Saya penasaran ingin langsung trading saham.

Investasi di Reksadana saham terlihat sangat biasa saja jadinya. Investasi di reksadana saya cairkan, Dan saya alihkan ke bermain saham.

Jujur saja, waktu itu semangat saya untuk dapat bermain saham telah mengalahkan kesabaran untuk belajar saham.

Saya tidak perlu menunggu terlalulama, investasi saya di main saham amblas, rugi tersapu anjloknya harga – harga saham yang saya beli.

Dari kerugian tersebut, akhirnya saya belajar banyak. Banyak hikmah main saham yang saya petik.

Saya juga sadar bahwa telah banyak ahli keuangan mengatakan bahwa. Saham adalah instrumen investasi jangka yang panjang terbaik (by the way. Bahkan salah satu orang terkaya no #2 di dunia, kakek Warren Buffet, sukses sebagai investor saham tersebut). Namun pernilaian masyarakat di Indonesia mengenai saham masih jauh dari baik.

Sampai pada hari ini, saya masih tetap main saham tetapi dengan cara yang lebih baik. Bahkan saya harus lebih sabar belajar saham, sehingga return yang saya peroleh dari investasi ini tetap baik.

Sebelum menjelaskan soal tips belajar investasi saham, kita bahas terlebih dulu soal apa itu saham dan pengertiannya.

Pengertian Saham

Apa itu dengan saham tersebut ?

Saham adalah sebuah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan yang terbatas. Di mana dengan menyertakan modal tersebut. Maka pihak tersebut memiliki klaim untuk pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan. Dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Investasi saham adalah untuk mendatangkan keuntungan bagi para pemiliknya atau pembelinya, yaitu dalam jenis keuntungan berupa:

1. Dividen seperti pembagian keuntungan yang akan diberikan oleh perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan juga dari perusahaan.

2. Capital Gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual. Capital Gain terbentuk degnan adanya aktivitas perdagangan saham dalam pasar sekunder.

Harga saham merupakan indikator jual beli saham di Bursa Efek Indonesia. Informasi harga tersedia juga secara real-time di bursa saham.

– Tips Investasi Saham.

Pengalaman dari belajar investasi saham pemula tersebut ingin saya bagi dalam artikel ini. Agar mudah untuk  diikuti bagaimana cara investasi saham, saya telah tuliskan dalam beberapa bentuk tips belajar investasi saham.

Catatan: investasi saham banyak unsur subjektif dari para investor. Sehingga apa yang berlaku untuk saya mungkin tidak berlaku untuk orang lain.

Pahami Investasi Saham

Apa arti investasi saham itu ? Pertanyaan ini memang perlu dijawab bagi investasi saham pemula.

Kesalahan yang paling besar saya saat itu adalah bermain saham dan tidak memahami esensi investasi saham. Karena saya buru – buru ingin terjun. Jujur saja ingin untung lebih cepat, saya mengabaikan untuk belajar soal apa esensi sebenarnya investasi saham. Bukannya untung, saya malah buntung !

Karena pengalaman tersebut, saya mulai belajar bahwa memahami esensi investasi saham menjadi teramat sangat penting untuk pemula. Karena semua memiliki strategi. Cara bermain dan aspek lain dalam investasi saham sangat berpengaruh daam pemahaman dan perspektif kita soal apa itu investasi saham.

Sekian Penjelasan yang kami berikan tentang Tips Belajar Saham Pemula Tahun 2019. Simak terus informasi menarik lain nya. Hanya di belajarforex.web.id

Faktor Penyebab Saham Naik Turun

Dua Faktor Utama Saham Naik Turun

Penyebab-Saham-Tidak-Stabil---Naik-Turun

Penyebab Saham Tidak Stabil (Naik Turun) – Memiliki Saham dengan cara membeli saham adalah salah satu cara investasi yang sangat diminati oleh orang-orang yang ingin menginvestasikan dana yang mereka miliki pada sebuah perusahaan yang terpercaya.

Dari saham yang dimiliki investor bisa mendapat keuntungan atau kerugian sesuai dengan besarnya saham yang mereka miliki. Naik turunnya harga saham adalah faktor utama yang menentukan apakah mereka bisa memperoleh keuntungan atau justru merugi.

Untuk Anda yang memang bekerja atau sering berhubungan dengan bursa saham tentu tahu mengapa saham bisa naik turun. Namun kebanyakan orang belum benar-benar mengerti mengapa saham bisa naik turun nilainya. Secara umum kenaikan dan penurunan harga saham biasanya diakibatkan oleh faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.

  • Faktor Internal

    Faktor internal perusahan adalah infomasi yang asalnya dari dalam perusahaan. Naiknya laba bersih suatu perusahaan adalah faktor utama naiknya harga saham perusahaan tersebut. Naiknya laba ini biasanya karena perusahaan yang melakukan ekspansi atau meningkatkan pemasukan perusahaan. Informasi yang akan membuat harga saham naik biasa akan segera disampaikan.

    Namun sebaliknya, jika ada informasi yang akan membuat harga saham menurun biasanya akan berusaha ditutupi oleh perusahaan. Perusahaan yang baik akan memberi informasi yang transparan agar para investornya tahu dan bisa menilai harga saham agar bisa segera menentukan keputusan atas saham perusahaan yang mereka miliki. Perusahaan yang secara transparan memberi infomasi biasanya akan memiliki harga saham yang lebih stabil.

  • Faktor Eksternal

    Selain faktor internal, faktor eksternal juga salah satu faktor yang menentukan naik atau turunnya harga saham suatu perusahaan di bursa saham. Faktor eksternal biasanya adalah faktor yang diluar kendali perusahaan dan sering disebut dengan systematic risk.

    Faktor eksternal bisa dikelompokkan menjadi 2 kelompok, faktor eksternal dari dalam negeri dan faktor eksternal dari luar negeri. Faktor eksternal biasanya berupa kebijakan pemerintah dan hukum permintaan serta penawaran atas harga barang yang ditunjukkan dengan inflasi dan valuta asing.

Tingkat bunga adalah salah satu faktor eksternal yang cukup dominan dalam mempengaruhi bursa. Selain itu, kebijakan pemerintah tentang utang dan penurunan bursa lain, seperti bursa negara-negara maju juga bisa mempengaruhi harga saham. Menurut beberapa penelitian, bursa efek negara kita berkointegrasi dengan bursa-bursa di negara-negara maju tersebut.

Sebagai investor Anda harus memperhatikan gejolak-gejolak pasar yang terjadi di berbagai negara. Selain itu kebijakan pemerintah, baik Indonesia dan negara-negara maju, sangat berpengaruh dalam naik atau turunnya harga saham suatu perusahaan di bursa saham. Cukup sering faktor-faktor eksternal ini lebih berpengaruh dibandingkan faktor internal dalam naik atau turunnya harga saham.

FunFact: Saham bukan judi karena dalam judi biasanya akan sulit sekali untuk menjadi pemenang, bahkan bisa dibilang mustahil untuk menang. Dalam bermain saham, Anda berlaku seperti pedagang namun tanpa inventori yang harus dijaga dan dipelihara melainkan hanya portofolio.

Bagaimana Cara Membagi Saham Untuk Investor

Hak Saham investor

Tips Pembagian Saham Untuk Inverstor

Tips Pembagian Saham Untuk Inverstor – Di dalam dunia bisnis tentu memerlukan modal. Modal sebagai dasar keyakinan dan keseriusan seseorang kepada perusahaan agar bias menjalankan roda perusahaan baik dari segi produksi, distribusi, penjualan, pemasaran, dan sebagainya. Selain bersumber dari perorangan dalam hal ini investor, biasanya modal perusahaan bersumber dari beberapa faktor yaitu, dari keuntungan penjualan periode sebelumnya, uang pribadi dari pemimpin perusahaan (CEO).

Salah satu sumber modal terbesar dari ketiga sumber di atas adalah dari pemodal atau investor. Mereka merupakan salah satu stockholder di dalam badan direksi perusahaan yang memberikan sumber daya modal dalam jumlah tertentu. Sebagai feedback dari perusahaan, pemodal akan mendapatkan saham atau stock yang jumlahnya tergantung dari jumlah modal yang diberikan oleh investor. Semakin besar dana ventura yang diberikan kepada perusahaan, maka akan semakin besar pula stock yang akan didapatkan oleh investor. Begitu pula sebaliknya.

Dalam prosesnya, pembagian stock yang nantinya akan menjadi keuntungan bagi pemodal dibagikan oleh perusahaan sesuai ketentuan dan hasil penjualan yang diperoleh dari satu periode tertentu. Perusahaan memiliki kewajiban untuk melaporkan dan membaginya kepada para pemodal di akhir dari periode lewat “Rapat Umum Pemegang Saham” (RUPS).

Apa Peran atau Investor dan Apa Haknya ?

Berikut adalah contoh kecil bagaimana peran investor di dalam bagan organisasi perusahaan dan bagaimana cara membagi kepemilikan dengan mereka. Si A dan B membuka usaha rental mobil. Mereka berdua masing-masing mengeluarkan modal sebesar 100 juta rupiah. Setelah berjalan beberapa waktu, ternyata mereka mendapatkan pemodal yang berkeinginan untuk memberikan modal di usaha mereka. Pemodal tersebut adalah C, yang memberikan modal usaha sebesar 300 juta rupiah.

Jika ditotal, maka jumlah investasi dari usaha rental mobil tersebut adalah sebesar 500 juta rupiah, dengan kepemilikan perusahaan yang dapat dibgai sebagai berikut:

Si A memiliki 20% kepemilikan perusahaan (100 juta/500 juta)

Si B memiliki 20% kepemilikan perusahaan (100 juta/500 juta)

Si C memiliki 60% kepemilikan perusahaan (300 juta/500 juta)

Ketiga stockholder ini membuat kesepakatan bahwa A dan B sebagai rekan kerja aktif (pelaksana dari seluruh kegiatan operasional perusahaan) akan mendapatkan gaji sebesar lima juta rupiah per bulan. Sedangkan C sebagai rekan kerja pasif (hanya sebagai pemodal saja dan tidak ikut terjun langsung dalam operasional perusahaan) tidak mendapatkan gaji bulanan. Pada akhir periode, usaha rental mobil yang didirikan mereka memperoleh keuntungan bersih sebesar 500 juta rupiah, maka pembagian keuntungan dan deviden untuk investor akan menjadi seperti berikut:

Keuntungan sebesar 500 juta rupiah

  • Invetasi tahun depan sebesar 300 juta rupiah
  • Biaya operasional sebesar 100 juta rupiah
  • Dan deviden sebesar 100 juta rupiah

Poin ke-empat, yaitu deviden akan dibagi kepada pengelola dan pemodal sesuai persenan kepemilikan atas perusahaan. Pembagiannya di akhir periode menjadi:

  • Deviden untuk A sebesar 20% x 100 juta rupiah = 20 juta rupiah
  • Deviden untuk B sebesar 20% x 100 juta rupiah = 20 juta rupiah
  • Deviden untuk investor C sebesar 60% x 100 juta rupiah = 60 juta rupiah

Ilustrasi di atas merupakan gambaran bagaimana deviden dibagikan kepada pengelola dan pemodal.

Dalam membagi sisa keuntungan yang berbentuk deviden, perusahaan dapat mengaplikasikan beberapa tips pembagian saham dengan investor, agar keuntungan anda menjadi lebih mudah didata dan terorganisir. Sehingga nantinya, akan tercipta efektivitas dan efisiensi dengan formula tertentu.

Analisa jumlah modal

Seperti ilustrasi di atas, jumlah modal yang diberikan akan sangat menentukan stock yang akan didapatkan oleh seorang pemodal. Contoh di atas merupakan contoh sederhana. Ketika perusahaan semakin kompleks dan pemodal semakin banyak, maka anda sebagai pemilik perusahaan harus bisa menganalisa modal ventura yang diberikan oleh stockholderdan melakukan kalkulasi yang tepat. Lakukan double-check agar penghitungan anda semakin valid dan tepat.

Analisa kebijakan-kebijakan tambahan

Jumlah deviden yang ditentukan pada akhir periode juga menentukan bagaimana sisa keuntungan akan diberikan nantinya. Seperti ilustrasi di atas, ada kebijakan bahwa keuntungan bersih sebagian besar akan dialokasikan untuk investasi di tahun berikutnya, serta alokasi untuk biaya operasional. Kebijakan-kebijakan alokasi keuntungan di akhir periode akan menentukan sisa deviden dan porsi yang akan didapatkan oleh masing-masing stockholder.

Dua tips di atas dapat anda jadikan basic atau dasar bagi perusahaan untuk bisa membagi stock perusahaan dengan bijak dan tepat. Cara di atas juga dapat digunakan sebagai referensi bagi anda para pengusaha yang baru memulai bisnis dan sedang mencari tetapi, tetapi masih bingung bagaimana membagi persentase kepemilikan perusahaan baru anda kepada para pemodal. Selamat berusaha.

Apa Itu Reksadana?

Reksadana dan Cara Memanfaatkannya

Mengenal-Apa-Itu-Reksadana

Mengenal Apa Itu Reksadana – Investasi apa yang cocok untuk pemula? Bila pertanyaan ini disampaikan, maka jawaban yang akan sering Anda peroleh adalah investasi jenis reksadana. Apa itu reksadana? Berdasarkan makna kata, “reksa” artinya pelindung dan “dana” artinya uang.

Sementara, berdasarkan UU Pasar Modal No 8 tahun 1995 pasal 1 ayat 27, reksadana adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portpolio efek oleh Manajer Investasi (MI) yang sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).

Setidaknya ada dua kelebihan reksadana, yaitu reksadana bisa dijadikan investasi awal bagi investor newbie atau mereka yang kurang paham soal investasi. Maklumlah, reksadana memiliki sifat deversifikasi risiko dan murah. Jadi kemungkinan investor rugi habis-habisan lumayan kecil.

Keuntungan kedua adalah reksadana juga cocok untuk mereka yang tidak punya waktu untuk mengurus investasi. Dalam investasi reksadana ada manajer investasi yang bertugas mengelola dana tadi dan melaporkannya secara periodic kepada pihak pemodal.

Jenis Reksadana

Sekarang mari kita mengenal jenis reksadana. Ada dua jenis kelompok reksadana yaitu: reksadana terstruktur dan reksadana konvensional. Di Indonesia sendiri reksadana konvensional jauh lebih popular. Berikut ini beberapa reksadana konvensional yang ada di Indonesia:

1. Reksadana Pasar Uang

Dana biasa diinvestasikan di produk pasar uang yang risikonya rendah, misalnya lewat deposito dan obligasi (surat hutang) jangka pendek. Buat Anda yang berniat melakukan investasi jangka pendek, jenis reksadana ini cocok karena investasinya kurang dari setahun.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Lamanya investasi untuk reksadana jenis ini adalah 1-3 tahun dan biasanyanya dana diinvestasikan pada obligasi atau produk keuangan yang keuntungannya cukup stabil dan minim risiko.

3. Reksadana Saham

Reksadana jenis ini memiliki risiko paling tinggi dibanding dua jenis reksadana di atas. Tetapi keuntungannya justru paling tinggi, karena pasar saham bersifat fluktuatif. Buat Anda yang bertipe risk-taker, ini bisa jadi tantangan untuk Anda. Oh ya, karena risikonya tinggi, maka reksadana ini punya jangka waktu investasi yang cukup panjang, yaitu diatas lima tahun!

4. Reksadana Campuran

Dana diinvestasikan di berbagai jenis investasi baik yang risikonya rendah maupun tinggi yaitu obligasi, deposito dan saham. Lamanya investasi antara 3 sampai 5 tahunan.

Jangka Waktu Reksadana?

Perhatikan Jangka Waktunya

Jangka waktu investasi ini berhubungan dengan pemilihan jenis reksadananya dan dana yang Anda miliki. Kalau Anda masih dalam tahap coba-coba, kenapa tidak memilih reksadana pasar uang yang jangka waktunya pendek? Tetapi kalau Anda memutuskan untuk menjadikan reksadana sebagai jaminan hari tua atau pensiun, Anda bisa memilih reksadana saham yang jangkanya di atas lima tahun.

Pikirkan matang-matang saat memilih jangka waktu reksadana. Jangan sampai baru investasi, eh Anda membutuhkan uang mendadak dan menarik investasi tadi. Bisa-bisa Anda rugi.

Pilih Manajer Investasi yang Tepat

Saat Anda memutuskan berinvestasi danareksa, maka Anda harus meyakini kalau Manajer Investasi (MI) yang dipilih memang bisa dipercaya dan handal “merawat” uang yang Anda investasikan. Anda bisa melakukan pengecekan MI terbaik berdasarkan nilai Asset Under Management (AUM) dan juga berdasarkan track record yang bisa ditemukan di mesin pencari google. Kalau masih belum yakin, disarankan untuk membuka website www.portalreksadana.com untuk informasi yang lebih dipercaya.

Pahami Produk Reksadana

Saat ini ada sekitar 800 produk reksadana yang dijual di Indonesia. Sebelum Anda memutuskan memilih membeli produk reksadana yang mana, baiknya Anda membaca prospectus reksadana yang isinya fakta dan informasi material lainnya. Anda juga bisa mengali informasi dari Fund Factscheet yang dikeluarkan sebulan sekali oleh manajer investasi (MI). Isinya soal kinerja bulanan dan ringkasan informasi, termasuk tujuan investasi dan lain-lain. Tidak jelas? Anda bisa menghubungi manajer investasi atau mungkin beberapa teman yang sudah duluan berinvestasi lewat reksadana.

Di mana Membeli Reksadana?

Terkadang masyarakat sudah punya minat untuk berinvestasi tapi belakangan kebingungan karena tidak tahu dimana bisa mendapatkan akses ke reksadana. Nah, jawabannya adalah reksadana bisa diperoleh pada

Lembaga yang menerbitkan dan mengelola reksadana yaitu manajer investasi (MI).
Wakil agen penjual reksadana (WAPERD) biasanya di bank-bank yang sudah mendapat izin untuk menjual reksadana.
Kedua penjual itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya Anda akan mendapatkan reksadana yang murah dan harga miring melalui MI, sementara lewat WAPERD, Anda bisa mendapatkan produk reksadana yang lebih beragam.

Mulai Berinvestasi Saham

Hak Dalam Berinvestasi Saham

belajar berinvestasi saham

Belajar Berinvestasi Saham – Saham merupakan bagian kepemilikan dari suatu badan usaha. Jika Anda membeli atau mempunyai hak miliki sebagian saham dari suatu perusahaan berarti Anda ikut serta memiliki perusahaan dan tentu saja Anda memiliki klaim baik pada kekayaan maupun pada penghasilan perusahaan. Dengan memiliki saham yang diperjual belikan tersebut berarti ada kesempatan untuk menjadi salah satu pemilik dari perusahaan-perusahaan besar dan blue chip yang ada di Indonesia pada saat ini, contohnya PT. Indosat, PT. Gudang Garam, PT. Astra International, dan beberapa lainnya. Sebagai pemegang saham, Anda berhak bersuara pada Rapat-rapat Pemegang Saham. Itu berarti anda berhak ikut menetukan kebijakan perusahaan salah satunya menerima bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan pada Pemegang Saham atau yang dikenal sebagai dividen.

Masih banyak orang yang ragu dalam cara berinvestasi saham di bursa karena beberapa alasan yang wajar seperti takut memilih saham yang salah, sehingga lebih memilih berinvestasi yang mereka pikir lebih aman. Memahami seluk beluk perusahaan saham, seperti laporan keuangan, keadaan perusahaan dan lain-lain, adalah kunci dari suksesnya investasi Anda. Segala informasi tentang saham yang Anda pilih dari perusahaan efek yang dipilih atau dari informasi di koran atau majalah.

Pada saat membeli salah satu saham perusahaan yang tercatat di bursa efek, Anda menjadi salah satu pemilik dari perusahaan tersebut. Bila kinerja perusahaan tersebut berjalan dengan baik, Anda akan mendapatkan bagian dari keuntungan seperti dividen dan harga dari saham yang Anda miliki akan naik. Tetapi kinerja perusahaan buruk, nilai dari investasi Anda akan turun.

Cara Menghubungi Perusahaan Pialang

  1. Hubungi salah satu perusahaan sekuritas yang tergabung dalam Anggota Bursa Efek
  2. Membandingkan pelayanan dan biaya pada beberapa perisahaan Angota Bursa Efek
  3. Tentukan perusahaan yang bagus menurut anda dan cocok untuk jangka yang panjang

Pilihan Anda pada satu Perusahaan Efek sangat tergantung pada layanan apa yang Anda inginkan. Apakah Anda hanya mengharapkan Perusahaan Efek melaksanakan / mengeksekusi pesanan Anda, atau Anda juga mengharapkan suatu nasihat investasi, atau bahkan Anda mengharapkan Perusahaan Efek tersebut yang mengelola portfolio Anda.

Jika Anda telah memilih satu perusahaan Efek, maka beberapa hal ini perlu diperhatikan :

  1. Harus memiliki rekening (buka rekening)
  2. Akan wajib menandatangani New Account Agreement (NAA)
  3. Pelajari dokumen dengan teliti dan berusaha untuk paham
  4. Data yang anda disikan nanti diharapkan adalah data yang jujur dan dipercaya karena akan erdampak buat inviestasi anda.

Jika anda sudah memilih dan resmi menjadi salah satu pemegang suara dalah perusahaan tersebut maka

  1. Anda harus memutuskan siapa yang mengendalikan Account anda, apakah anda sendiri atau diserahkan kepada perusahaan tempat anda berinvestasi (Dictionary Authority)
  2. Pada discretionary authority, perusahaan efek akan mengambil keputusan investasi berdasarkan pertimbangannya tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Anda tentang harga, jenis saham, jumlah dan waktu jual / beli.

Investasi Online

Invetsasi Online Murah Hanya 300rb

Investasi Saham Online Hanya 300rb Sangat Menjanjikan

Untuk sebagian orang, investasi saham masih identik dengan kerjaan mereka yang berkantong tebal. Padahal faktanya semua orang bisa berinvestasi saham dimana dan kapanpun.

Namun tak dipungkiri banyak yangmasih belum paham soal Saham. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), saham adalah tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Karena ikut menginvestasikan modal, maka seseorang punya klaim atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kita juga akan mendapat keuntungan (dividen) dengan sistem bagi hasil sesuai dengan performa saham perusahaan dan kondisi pasar.

Ada Dua Jenis Saham Yang di Perdagangkan

  1. Saham Biasa
    Pemilik saham ini berhak menerima dividen dari perusahaan serta bersedia menanggung risiko kerugian yang diderita perusahaan.
  2. Saham Preferen
    Pemilik saham preferen memiliki hak lebih dari pemegang saham biasa. Dengan kata lain, pemegang saham ini berhak didahulukan saat pembagian keuntungan perusahaan.

Memulai Investasi Saham

Investasi saham merupakan investasi jangka menengah hingga panjang. Saham adalah investasi yang likuid atau bisa diperjualbelikan, sehingga bisa memberikan keuntungan yang lumayan.

Untuk memulai investasi saham, kamu bisa memilih untuk menginvestasikan danamu lewat perusahaan sekuritas atau biasa disebut pialang/broker saham. Perusahaan sekuritas ini ada yang dimiliki pemerintah (BUMN), swasta dan asing. Yang termasuk perusahaan sekuritas milik negara adalah:

  • Mandiri Sekuritas
  • BNI Securities
  • Bahana Sekuritas
  • Danareksa Sekuritas

Masalahnya, tidak semua orang tahu cara menginvestasikan dananya dalam bentuk saham. Padahal memulai investasi saham itu mirip dengan membuka tabungan

Yang perlu anda lakukan adalah, membuka rekening saham di perusahaan sekuritas yang kamu pilih. Setoran minimum bisa dimulai dari Rp 1 juta. Syaratnya sangat mudah yaitu anda wajib memiliki

  • Fotokopi KTP
  • Mengisi Formulir Aplikasi
  • Fotokopi NPWP

Memulai Transaksi Saham Online

Kalau rekening saham sudah di tangan, untuk sola transaksi sudah sangat gampang. Anda bisa mengunduh aplikasi investasi saham online milik perusahaan sekuritas yang kamu pilih. karena dengan aplikasi saham online, transaksi jual beli jadi makin praktis

1. Menggunakan platform saham online

Contohnya jika anda memilih menginvestasikan dana lewat BNI Securities, anda bisa mengunduh aplikasi Esmart di smartphone untuk transaksi saham. Selain mudah dioperasikan, juga bisa melakukan transaksi jual beli saham hingga memantau pergerakan pasar kapanpun dan di mana pun.

Selain BNI Securities, ada dua platform investasi saham online milik BUMN yang tersedia:

  • MOST Mobile Mandiri Securities
  • D’One TradePro Danareksa Online

2. Memilih Saham

Kalau perlengkapan tempur di lantai bursa saham sudah lengkap, langkah selanjutnya yaitu berburu saham. namun sebelum membeli saham, anda harus memperhatikan kinerja perusahaan yang dincar apakah tergolong perusahaan yang me,milikiprogres baik dan peluang unutk mendapatkan keuntungannya besar atau tidak. Ada istilah “memilih saham hampir mirip dengan mencari jodoh, harus cermat agar tidak menyesal”

Anda bisa memantau grafik kinerja perusahaan pada aplikasi saham online untuk melihat keuntungan yang ditawarkan. Selain itu, bisa melihat track record perusahaan pada bulan-bulan sebelumnya.

Contohnya saja, PT Unilever Indonesia, di bulan November membagikan dividen Rp 2.6 triliun atau setara Rp 342 per saham. Dengan melihat track record bulan sebelumnya, kamu bisa mendapat gambaran saham mana saja yang sekiranya bisa memberi keuntungan.

3. Membeli Saham

Kalau anda sudah menntukan pilihan, langsung bisa membeli saham melalui broker yang anda pilih lewat telepon atau secara online lewat aplikasi. Pembelian saham ini bisa dilakukan dengan menyetor dana terlebih dahulu atau dengan memotong dari saldo yang anda miliki

Membeli saham tidak harus melalui broker

Saham milik perusahaan besar dan mapan biasanya jadi incaran investor karena resikonya yang kecil tapi keuntungannya besar. Saham perusahaan besar lazim disebut Blue Chip. Biasanya harga saham Blue Chip per lembarnya tergolong tinggi.

Jumlah Saham per Lot Turun
Sejak 6 Januari 2014, Bursa Efek Indonesia merilis kebijakan berupa perubahan ukuran lot saham. Jika sebelumnya minimal pembelian saham per lot adalah 500 lembar, sekarang menjadi 100 saham per lot saja.

Tujuan perubahan ini dimaksudkan untuk meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia sekaligus meningkatkan jumlah investor domestik. Dengan adanya perubahan ini maka dana yang diperlukan untuk memulai investasi saham jadi lebih sedikit dong.

Misalkan, harga saham PT Unilever Indonesia Tbk di bulan November adalah Rp 37.500 per lembar. Jika minimal pembelian saham adalah satu lot, maka total dana yang dibutuhkan adalah: Rp 37.500 x 100 lembar = Rp 3.750.000.

Bandingkan jika satu lot adalah 500 lembar, modal yang harus anda gelontorkan adalah Rp 18.750.000. Tentunya sangat mengunutngkan

Bebas Dari Finansial

Bebas Finansial Karena Bisnis Forex

Forex Bebas Finansial

Forex Bebaskan Anda Dari Finansial – Pada saat ini, banyak orang ingin menjadi “Enterpreneur”, bahkan siswa sekolah sampai karyawan juga sudah banyak yang menjadi “Enterpreneur”Kebanyakan terjun ke dunia Online Shop. Namun pada proses, ada rasa kurang puas dan akhirnya memutuskan untuk membuka outlet sendiri. Saat mau membuka outlet, terkendala dengan modal antara lain membutuhkan tempatm perijinan dan hal teknis lainnya.

Setelah berat memikirkan biaya besar yang dibutuhkan kebanyakan mereka mulai menyerah namun tetap ada yang berjuang dengan mimpinya itu, nah disini kami menawarkan sebuah bisnis yang bisa dilakukan setiap orang tanpa mengeluarkan biaya yang mahal dan bisa dilakukan dimana saja seperti “online shop”  yang dibutuhkan hanya koneksi internet dan laptop/smartphone.

Bisnis yang ditawarkan ialah FOREX (Foreign Exchange) yaitu perdagangan mata uang asing, Keuntungan dari bisnis Forex ini adalah anda tidak perlu pusing memikirkan sewa tempat, bayar gaji karyawan, pusing mikirin stok barang, tidak adanya hutang piutang, bayar pajak, dan dengan modal yang kecil anda bisa mendapatkan keuntungan yang berkali-kali lipat dari modal anda bisnis ini juga tidak memandang apa latar belakang anda dan berapapun umur anda. Namun perlu diingat semua itu tidak bersifat instant seperti bisnis Money Game, Atau MLM lainnya yang menjanjikan anda mendapatkan keuntungan besar hanya dengan menyetorkan sejumlah dana yang dibilang.

Anda harus tetap belajar dan mengetahui resiko apa yang akan anda hadapi jika anda sudah berbisnis FOREX ini, harus anda ingat juga tidak ada bisnis yang tidak ada resikonya, segala sesuatu didunia ini pasti ada resikonya. Jika ada yang menawarkan anda bisnis dengan berkata tidak akan rugi dan akan kaya dalam sekejap, anda sudah harus berhati-hati terhadap penawaran tersebut.

Banyak orang di luar negri sukses dengan bisnis forex, karena mereka mengetahui potensi yang sangat besar dari bisnis ini, namun juga ada orang yang gagal karena memang pada dasarnya mereka orang yang malas belajar namun menginginkan hasil yang besar dan instant. Contoh lain yaitu di negara kita sendiri misalkan Bali. Di Bali banyak orang bule yang kerjanya setiap hari surfing ke pantai, jalan-jalan, dan mereka hanya menatap layar handphone/laptop saja untuk menghasilkan uang.

Jika di tahun 2017 ini anda ingin segera bebas finansial atau mendapatkan pendapatan tambahan kami menawarkan anda sebuah bisnis yang potensinya sangat besar, atau mungkin anda hanya menjadi penonton kesuksesan orang lain, semua keputusan kembali kepada diri anda sendiri. Saat berpenghasilan denga cara yang sederhana, praktis, flexibel dan memuaskan. Forex bebaskan anda dari finansial

Keuntungan Yang Didapat Broker

Keuntungan-apa-yang-didapat-Broker

Keuntungan apa yang didapat Broker ? Broker sebagai media perantara, memiliki imbalan atas posisinya sebagai penghubung interbank dan trader. Broker menyediakan fasilitas trading tersebut. Di dalam penyediaan fasilitas trading ada biaya yang dikenakan seperti Spread dan Commission Fee. Spread itu selisih anatara harga jual dan harga beli pada tiap pair forex, kalau Commission Fee itu jumlah yang harus dibayar untuk trader pada setiap transaksi forex. jadi, keuntungan broker didapat dari situ.

Sekarang banyak broker dengan berbagi promosi yang menggiurkan. Namun tidak semuanya adalah broker yang baik. Meluasnya broker dan populernya forex yang tajam dan cepat, membuat kita harus berhati-hati dalam memilih broker, supaya kita terhindar dari scam (penipuan)

Untuk terhindar dari penipuan, dan bisa memilih broker yang tepat, anda harus tau beberapa hal berikut

Ini adalah syarat utama dalam menetukan broker yang anda mau

  1. Regulasi.
    Pemerintah di setiap negara tentunya akan berusaha menertibkan bisnis-bisnis di wilayahnya, termasuk bisnis forex, dengan memberlakukan sejumlah aturan dan memberikan izin operasional bagi perusahaan yang lolos penyaringan aturan-aturan itu. Nah, sebuah broker bonafid perlu berstandar, salah satu tandanya adalah dengan memiliki lisensi/ijin sehingga berstatus sebagai broker teregulasi. Status teregulasi ini bisa dilihat di situs broker dan situs badan pemberi regulasi di tiap negara.
  2. Lokasi.
    Karena forex saat ini sudha menjadi suatu bisnis online, mudah sekali untuk mengabaikan ada atau tidaknya kantor fisik asalkan ada situs yang kelihatannya bagus. Padahal, keberadaan lokasi kantor yang jelas ini penting untuk memastikan apakah broker bonafid atau tidak. Penipu memang bisa saja mengada-adakan sebuah kantor, tetapi alamat kantor pusat broker sungguhan akan cocok dengan alamat pada lisensi/ijin yang dimilikinya. Selain itu, bila broker punya kantor cabang di daerah maka bisa membantu kita yang sedang belajar forex dengan diadakannya seminar atau workshop.
  3. Kapan didirikan.
    Banyak broker yang tidak teregulasi berupaya meyakinkan kita dengan mengatakan bahwa mereka baru berdiri dan sedang dalam proses mendapatkan ijin. Ini tidak benar, karena broker tak berijin tentunya tak boleh beroperasi oleh pemerintah. Sebaliknya, penipu seringkali hanya beroperasi 1-2 tahun saja, sebelum kemudian gulung tikar dan tak kelihatan lagi batang hidungnya.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai broker bagi pemula yang sedang belajar forex, dan Jika ingin lebih jelas mengenai forex, silakan baca juga artikel berikut Pengertian Apa Itu Forex Trading , Semoga membantu dan melancarkan pemahaman untuk materi belajar forex berikutnya.

Itu sedikit penjelasan tentang cara memilih broker yang benar, dan yang paling penting anda tahu apa fungsi dan keuntungan dari broker

Memahami Secara Sederhana Apa itu Broker

Pemahaman-Sederhana-Soal-Broker,-Broker-Apa-itu

Apa itu Broker

Anda mau mencobas bisnis Forex namun hal-hal dasar seperti istilah, wajib anda tahu terlebih dahulu. Salah satunya yaitu Broker. Anda sering mendengar Broker Forex bukan ? Kalau forex sendir harusnya anda tahu, karena sudah kami bahas di artikel sebelumnya “Pemahaman Sederhana Soal Forex – Forex Itu Apa ?” Apa itu Broker ?

Broker adalah sebuah perusahaan yang menjadi makelar, penyedia (perantara) antara kita sebagai trader (penanam modal atau pemilik modal di forex) dengan pasar interbank dimana forex diperjual berlikan secara global internasional.

Pasar forex merupakan pasar finansial terbesar di dunia, tetapi tak ada lokasi tertentu tempatnya berada. Aktivitas trading terutama terjalin diantara bank-bank terbesar dunia yang membentuk pasar interbank. Investor bermodal besar bisa berhubungan dengan pasar forex lewat bank-bank itu secara langsung, tetapi investor kecil dan trader seperti kita hanya bisa melakukannya lewat broker.

Broker akan menawarkan harga pada pair-pair forex sesuai dengan harga yang diberikan oleh bank yang berafiliasi dengannya. Satu perusahaan broker biasanya terhubung dengan beberapa bank untuk menyediakan harga tersebut, dan menunjukkan kutipan harga terbaik bagi trader.

Selain itu, broker juga menawarkan berbagai fasilitas yang mempermudah investor kecil dan trader, diantaranya:

  1. Broker menyediakan leverage bagi trader, sehingga dana yang dibutuhkan untuk tiap transaksi forex bisa diperkecil dari ratusan ribu dolar hingga hanya beberapa ratus Dolar saja. Ini terutama menguntungkan bagi pemula yang baru belajar forex, karena jadi tak perlu mengeluarkan modal terlalu banyak saat masih berlatih.
  2. Broker menyediakan platform atau software trading agar kita bisa mengirim perintah beli dan sell secara online dimanapun kita berada. Ini berbeda sekali dengan beberapa puluh tahun lalu sebelum era digital dimana investor perlu menelepon broker dulu untuk bertransaksi forex.
  3. Perangkat analisa forex agar trader tidak bertrading asal-asalan tetapi memiliki strategi sendiri untuk mencapai profit. Tools analisa forex yang disediakan broker bisa terintegrasi dalam software trading seperti MT4, maupun disajikan secara terpisah tetapi bisa dilihat bebas di situs broker.

Itulah Pemahaman Sederhana Soal Broker. Apa itu Broker sudah terjawab, semoga anda bisa memahaminya dengan benar.

Lantas Apa Keuntungan yang didapat Broker ?